Selasa, 09 Juli 2019

Senandung Pulau Dewata 08 Juli 2019





















Joko Art 2019,

Rindu ini membelenggu
Diantara dua persimpangan aku menunggu
Selimutkan ribuan gelisah dan jutaan pilu
Aku rapuh malam ini dalam candamu

letih Melawan getir yang tersimpan
Namun tak mampu tersirat
lelah aku dalam dekapan
Namun tak mampu aku berucap

Resah terasa relung jiwa....
Saat hangat masih mendekapku
Saat senyum manja masih menghias
Saat semua terlewati dalam bayanganmu
Saat tatapan tersipu malu...

Aku tersiksa dalam takdirku
saat redup hati tak mampu aku lawan
AKU MASIH MENDAMBAMU DAN TAK MAMPU AKU MELEPASKAN.....

(Joko Art @2019)

Sabtu, 27 Desember 2014

LENTERA HATI

LENTERA HATI
Joko Art 2014







Seandainya lentera kapal ini harus menyala
Maka besarkanlah apinya
Agar biasnya menjadi cahaya penerang
Menuju tepi sebuah dermaga...

Tunjukkanlah merah jingga diufuk senja
Karna aku berdiri jauh menatap gelap
Membuka tabir rahasia bertahun terpendam
Diujung "Barat" garis cakrawala

Aku tak ingin lentera ini padam
Hingga akhirnya tenggelam tanpa haluan
Namun seandainya lentera ini harus padam
Maka sirnakanlah dan hilangkanlah biasnya
Buanglah jauh dari pelupuk mataku
Agar tak menjadi beban dan jerat bagi langkahku

MENUNGGU WAKTU

MENUNGGU WAKTU
Joko Zhinting 2014















Semua terlalu indah...
Walaupun pahit untuk menelan
Walaupun pedih sanggup tertahan
Walaupun jauh tapi jelas
Semakin dalam nikmatnya rasa jiwa ini

Seperti yang pernah terucap dulu
Tak ada yang tak mungkin didunia ini
Semua hanya menunggu waktu
Hingga akhirnya detikpun tiba disini

Saat kereta tiba.....
Akan terbesit senandung kata
Bersyairkan sajak dalam rasa
slama ini hanya tersirat tanpa tersurat

Hingga akhirnya goreskan senyum
Tertawa lepas tanpa batas
Seperti bebrapa tahun yang silam
Saat kisah hanya mampu tersembunyi....

Sabtu, 06 September 2014

LEPASKAN LELAHMU


 LEPASKAN LELAHMU

Jangan kau membiarkan rasa sakit itu membunuhmu.
Biarkan airmata menetes tanpa kata.
Lara itu tak kan bisa membinasakanmu!
Hilangkan rasa sesakmu seirama dengan desah nafasmu.
Atau pedih itu ingin kau biarkan memusnahkanmu?
Dalam untaian doa panjang pada siapa kau akan berbagi?
Jangan ada yang terluka atau keburukan itu menjadi
terkuak!
Simpanlah yang rapi dalam almari sebagai catatan hati.
Biarkan sang kekasih abadi yang tahu pasti.
Lelaplah Tidur malam ini hingga ketika pagi menyapa
biarkan semua kembali.


DESAH HATI

 DESAH HATI














Dengarlah suara angin berdesau semilir menyentuh legam lenganku yg telanjang.
Kita tengah duduk menunggu fajar semburat sinar merah matahari.
Dengar juga ada derap langkah serentak terhenti.
Seakan hendak menyimak lirih bisikan kalbuku.
Heningnya malam bekukan embun gepak kelelawar pecahkan bintang.

Kau pernah ajarkan aku tentang mengusir segala prasangka 
dan rasa ragu yg kerap menyusup dalam sukmaku.
Bersama dirimu kala itu.
Aku rindu hari2 yg indah riang berlagu
Bergandengan tangan mereguk cinta.

Kadangkala aku bernyanyi menyuarakan hati orang yg gundah gulana.
Kadang pula dendangku resah antara gamang dan keraguanku.
Kadangkala aku ingin berucap tegas dan lugas tapi bosan dan resah slalu menghantuiku.
Kadangkala rasa takutku tak beralasan tuk ungkapkan kegetiran hatiku.

Antara daratan dengan langit...terlalu jauh...
tapi hatiku yang mengebu bagai meteor...
menembus awan bagai hatimu yang dalam...
menjadikan kita setangkupban prau....menjadikan satu...
karenakan hatiku dan hatimu bisa menyatu...tuk bergayung

Kelopak mawar menjadi jingga 
seperti bibirmu yg meneteskan beribu embun
dan melukiskan kupu kelabu di daster yg melilit kusut tubuhmu.
sarang laba2 masih erat melekat di langit2 
ruang mengumpulkan debu yg lewat tak sengaja.
Lalu tubuhmu kelu ingin ku melumat kulitmu ditiap kerutnya yg bisu.
Hari ini tak ada cangkir kotor sisa kopi hitam kental yg tumpah dimeja.
Juga tak ada daster kupu kelabu dekat tirai kusut di sudut ringsut.
Dan kertas di meja tak juga kusentuh tintapun beku dalam laci kumal.


RINDUKU DIUJUNG LAUT

 RINDUKU DIUJUNG LAUT














Melaut rinduku, gelora menyapa dirinya
Aku diambang batas, ku sudah sekarat
Tak mampu lagi berteriak
Jalan setapak itu masih ada
Bahkan pohon bungur yg tak lagi muda masih berbunga
Aku baru saja datang sekedar melepas beban rindu
Beranda tempat dulu bersua, dinding berwarna putih
Lampu rotanpun telah usang dimakan usia
Namun dalam sejuta kenangan tentangmu tetap abadi
Meski tak ada ujung yg mempertemukan kita lagi
Kau telah kusimpan direlung kalbuku
Sekedar kau tau...
Aku selalu ingin setia menziarahi pusaramu...

SALAM TUK NIRWANA

 SALAM TUK NIRWANA

Sampaikan salamku untuk alam nirwana wahai sang bayu,Agar ketenangan terukir dalam balutan ribuan doa,belailah ia dgn senandung ayat yg kukirim dijumat suci ini.
Bersama ribuan malaikat dan bidadari
Menyambut kehadiran batinku
Dalam satu titik tatapan mata hatiku
Menuju satu kepasrahan kepada Sang Khaliq.
Seiring untaian Asmaul Husna yg kupancarkan dari dasar hati
Lembut,hangat,sejuk,syahdu...
Berbaur dalam satu rasa,,satu kata..

POPULER

Halaman Awal