UNTIAN PESAN LANGIT
Adakah pesan yg ku gantung diantara mega di langit itu tlah sampai tertiup angin?
Ataukah masih berada dalam kebekuan mendung yg tak mencurahkan hujan?
Mungkinkah kau sengaja tak mencerna kepekaan rasa?
Puisi berjuntaian jauh ke langit kian tak terjangkau angan suciku.
Meski warna2 melambungkan nyawaku dalam kanvas putihku.
Dan kita slalu menyepi dalam diri di malam gegas dengan bunyi.
Jerat apakah yg tuhan nyatakan padaku?
Sesat apakah yg tuhan nyanyikan untukku?
Puisi2pun menjauh dengan gaduh bersama nujuman yang ranum oleh waktu.
Siapa lagi yg berani menitah kuasa waktu?
Dan aku hanya bisa membaca perangai riangmu mengiangkan igau2 kesakitan pada senyum alis matamu.
Tapi aku tak mampu berlari meski aku tak bisa lagi jangkau puisi.
Adakah pesan yg ku gantung diantara mega di langit itu tlah sampai tertiup angin?
Ataukah masih berada dalam kebekuan mendung yg tak mencurahkan hujan?
Mungkinkah kau sengaja tak mencerna kepekaan rasa?
Puisi berjuntaian jauh ke langit kian tak terjangkau angan suciku.
Meski warna2 melambungkan nyawaku dalam kanvas putihku.
Dan kita slalu menyepi dalam diri di malam gegas dengan bunyi.
Jerat apakah yg tuhan nyatakan padaku?
Sesat apakah yg tuhan nyanyikan untukku?
Puisi2pun menjauh dengan gaduh bersama nujuman yang ranum oleh waktu.
Siapa lagi yg berani menitah kuasa waktu?
Dan aku hanya bisa membaca perangai riangmu mengiangkan igau2 kesakitan pada senyum alis matamu.
Tapi aku tak mampu berlari meski aku tak bisa lagi jangkau puisi.